Minggu, 02 November 2008

PERBANDINGAN METODE PEMERAHAN MENGGUNAKAN TANGAN DAN MESIN TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS SUSU PADA SAPI PERAH FRIES HOLLAND

Dicky Permadi [J1O98085]


Penelitian mengenai perbandingan metode pemerahan menggunakan tangan dan mesin terhadap kuantitas dan kualitas susu sapi perah Fries Holland dilaksanakan di BPPT SP (Balai Pengembangan Perbibitan Sapi Perah) Cikole Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 April sampai 10 Mei 2003, yaitu selama 40 hari. Metode penelitian menggunakan analisis statistik Cross over Design. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh behwa pengaruh metode pemerahan berbeda sangat nyata (p<0,01)>

Kata kunci : Metode pemerahan, Kuantitas susu, dan Kualitas susu

PENGARUH MUSIM TERHADAP PRODUKSI SUSU SAPI PERAH FRIES HOLLAND

oleh: Sri Herawati [J1097044]


Penelitian yang merupakan kasus di BPPT Sapi Perah Cikole telah dilaksanakan sejak bulan Februari hingga bulan November 2002. Pengambilan data dimulai dari tanggal 7 Oktober sampai 7 November 2002. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan produksi susu sapi perah Fries Holland selama musim penghujan dan kemarau serta untuk mengetahui hubungan antara produksi susu dengan suhu, kelmbapan dan curah hujan. Data produksi susu diambil dari sapi perah Fries Holland laktasi selama lima tahun mulai Oktober 1996 sampai September 2001. Data suhu, kelembapan dan curah hujan diambil dari kurun waktu yang sama. Dat yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode uji satistik t student’s berpasangan dan anlisis regresi berganda.


Penelitian menunjukkan bahwa musim memberikan pengaruh nyata terhadap produksi susu. Produksi susu rata-rata bulan basah 1.558,96±872,92 kg sedangkan pada bulan kering adalah 1.402,15±887,48 kg. Adanya hubungan antaar produksi susu dan suhu, kelembapan dengan curah hujan. Hubungan tersebut mengikuti persamaan regresi: Y= 2.04-0,71x1-1,70x2-0,04x3

Kata kunci: Musim penghujan, Musim kemarau, Suhu, Kelembapan dan Curah Hujan.

PENGARUH UMUR BERANAK PERTAMA TERHADAP PRODUKSI SUSU SAPI PERAH FRIES HOLLAND (FH)

Oleh: Latifah Martini [J1O98021]


Penelitian mengenai “Pengaruh Umur Beranak Pertama Terhadap Produksi Susu Sapi Perah Fries Holland (FH)”, telah dilakukan di Balai Pengembanagn Pembibitan Sapi Perah (BPPT Sapi Perah) Cikole Lembang Bandung. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur beranak pertama terhadap produksi susu, dan mengetahui umur optimum pada saat beranak pertama yang menghasilkan produksi susu yang tinggi pada laktasi pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu (quasy-experimental), dan pengambilan sampel dilakukan berdasarkan teknik penarikan sampel secara purposif. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur beranak pertama berpengaruh sangat nyata terhadap produksi susu. Umur beranak pertama dengan produksi susu laktasi apertama yang optimum, dicapai pada umur antara 26,01 – 28,00 bulan.

Kata kunci : Sapi perah Fries Holland (FH), Umur beranak Pertama, Produksi susu.

PENGARUH PENGGUNAAN LARUTAN DESINFEKTAN TERHADAP KEJADIAN MASTITIS PADA SAPI PERAH FRIES HOLLAND

Oleh: Jane Margareta S. [J1A99222]


Penelitian mengenai pengaruh penggunaan larutan desinfektan terhadap kejadian mastitis pada sapi perah Fries Holland telah dilaksanakan pada tanggal 7 Juli – 7 Agustus 2003 di BBPT Sapi Perah Cikole Lembang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan larutan desinfektan yang disemprotkan ke lantai kandang sapi perah Fries Holland dapat menurunkan kejadian mastitis. Penyemprotan dilakukan 3 bulan sebelum pengambilan sampel sampai penagmabilan sampel selesai.


Sampel diambil pada pemerahan sore hari sebanyak 6 kali dalam jangka waktu 30 hari terhadap 2 kelompok sapi (10 ekor) yaitu 5 ekor sapi yang lantai kandangnya disemprotkan larutan desinfektan dan 5 ekor sapi lainnya yang lantai kandangnya tidak disemprotkan larutan desinfektan. Pengambilan sampel tiap puting pada tiap ekor ternak sehingga diperoleh 240 sampel. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan larutan desinfektan yang disemprotkan ke lantai kandang perah Fries Holland berpengaruh nyata (P<0,05)> 1,153 menjadi 1,075 sd 0,2873 dan menurunkan rataan nilai perubahan warna susu sebesar 0,5084 atau 33% yaitu dari 1,5417 sd 0,757 menjadi 1,0333 sd 0,086.

Kata Kunci : Larutan desinfektan, Gumpalan Susu, Perubahan warna susu, dan Mastitis.

PERBANDINGAN PERFORMANS PRODUKSI DAN REPRODUKSI SAPI PERAH FRIES HOLLAND DI BPPT SAPI PERAH CIKOLE DENGAN PT. TAURUS DAIRY FARM

Oleh: Akbari Wahyu F [J1098105]


Penelitian tentang Perbandingan Performans Produksi dan Reproduksi Sapi Perah Fries Holland di PT. Taurus Dairy Farm dengan BPPT Sapi Perah Cikole telah dilaksanakan pada 3 April – 4 Mei 2003. Tujusn penelitian untuk mengetahui dan mempelajari performans produksi dan performans reproduksi pada peternakan pembibitan BPPT Sapi Perah Cikole milik pemerintah dengan peternakan sapi perah PT. Taurus Dairy Farm milik swasta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, dengan teknik pengambilan sample secara purposif dan proporsional.Analisis data menunjukkan uji t-student tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum produktivitas di PT. Taurus Dairy Farm dan BPPT Sapi Perah Cikole tidak jauh berbeda.

Kata kunci: Produksi susu, lama laktasi, lama kering, umur beranak pertama, masa kosong, jumlah kawin per kebuntingan, selang beranak.

PENGARUH PENGGUNAN LARUTAN DESINFEKTAN PADA LANTAI KANDANG TERHADAP JUMLAH MIKROBA DAN JUMLAH SEL SOMATIS SUSU SAPI PERAH FRIES HOLLAND

Oleh: Uma Iksani [J1A99235]

Penelitian ini mengenai Pengaruh Pengunaan Larutan Desinfektan Pada Lantai kandang Terhadap Jumlah Mikroba dan Jumlah Sel Somatik pada Sapi perah Fries Holland telah dilaksanakan mulai tanggal 7 Juli sampai dengan 7 Agustus 2003 di balai Pengembangan Pembibitan Ternak Sapi Perah Desa Cikole, Kecamatan Lembang,Kabupaten Bandung.


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana pengaruh penggunaan larutan desinfektan pada lantai kandang terhadap jumlah mikroba dan jumlah sel somatis pada sapi perah FH. Sapi yang digunakan adalah 10 ekor sapi perah Fries Holland yang sedang laktasi 3-4. Hasil penelitian menunjukkan kegunaan desinfektan pada lantai kandang meurunkan jumlah mikroba sebesar 76% , dengan rata-rata jumlah mikroba susu perlakuan (156 041,667 ± 0,238 sel/ml), rata-rata jumlah mikroba susu kontrol (667234,1667 ± 0,494 sel/ml). Penggunaan desinfektan pada lantai kandang juga menurunkan jumah sel somatis sebesar 78%, dengan rata-rata jumlah sel somatis susu perlakuan (153545 ± 0,198 sel/ml), rata-rata jumlah sel somatis susu kontrol (719042,1667 ± 0,409 sel/ml). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada sampel perlakuan jumlah mikroba dan jumlah sel somatis susu memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05)>

Kata kunci : Larutan Desinfektan, Lantai Kandang, Jumlah Mikroba, Jumlah Sel Somatis, Susu Sapi Perah FH.

Jumat, 31 Oktober 2008

October

October's trees are bare and brown,
October's leaves are tumbling down,
See chestnuts scattered on the ground,
While little squirrels all scamper 'round.

They're gathering their winter's store,
For when the wild winds rave and roar,
The cold will chill them to the core,
They'll be too cold to gather more.

So let's go to the woods today,
And watch the squirrels at work and play,
But quiet we must be all day,